Daerah Nasional

Wednesday, 20 January 2021 - 20:40 WIB

5 months yang lalu

logo

Diklat STAI Diharapkan Menjadi Angin Segar bagi Mahasiswa

Kabupaten Waykanan- posperanews.com Sekolah tinggi agama Islam (STAI) Al’-ma’arif Way Kanan adakan Diklat Kompetensi Mahasiswa

Pendidikan dan Latihan (Diklat) Kompetensi Mahasiswa yang khusu di ikuti Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Ma’arif Way Kanan diharapkan menjadi angin segar bagi para mahasiswa.(20/01/21)

Wakidi Selaku ketua STAI Al Ma’arif Way Kanan Dalam Sambutan nya menyampaikan
adanya diklat ini, kiranya dapat menambah wawasan pengetahuan dan motivasi kepada mahasiswa tingkat atas dan sebagai ilmu tambahan selain materi-materi kuliah.

Kegiatan ini berlangsung pada Selasa-Rabu, 19 dan 20 Januari tersebut mengusung tema “Menciptakan Generasi Pemimpin Transformatif di Era Revolusi Industri 4.0,” dengan menghadirkan pemateri berkompeten dibidangnya, antara lain; Dr. Suwanto, M.Pd.I (Pengawas dan Asesor SMA/MA Provinsi Lampung), Prof. Dr. Hj. Siti Patimah, M.Pd (Guru Besar UIN Raden Intan Lampung Program Studi S3 Manajemen Pendidikan Islam), Drs. Sulpakar, MM (Kepala Dinas Provinsi Lampung), Eyang Suandi, M.Pd (Pengawas dan Asesor SMA/MA Provinsi Lampung).

Kehadiran para pemateri diharapkan dapat mendorong semangat civitas akademika guna mengembangkan ide dan kegiatan lainnya. Kedepan Wakidi berharap kegiatan serupa dapat dilakukan disetiap program studi.

Kepala Dinas Provinsi Lampung Sulpakar, berpesan kepada mahasiswa dan civitas akademika untuk terus belajar, mengusai ilmu, sebab ilmu pengetahuan menurutnya dinamis, setiap waktu akan terus berubah-ubah.

Selain itu juga ia menyampaikan kiat sukses berkarir sebagaimana yang ia terapkan dan menghantarkan dirinya pada titik kesuksesan. Ada beberapa hal yang harus diterapkan diantaranya berilmu dengan cara memahami teknologi serta intelektual lainnya, disiplin, tanggung jawab terhadap diri sendiri, serta hal-hal yang telah dipercayakan kepada kita, dengan cara merasa memiliki, mengurangi ego, serta tidak merasa paling benar. Kreatif, inovatif, komunikatif, dan ikhlas.

“Dalam melakukan segala sesuatu kita dituntut untuk ikhlas, jangan pernah sesekali kita pertanyakan apa yang kita peroleh saat ini,” ujar Kepala Dinas yang mengawali karirnya sebagai lurah menambahkan.

Terakhir, hal yang harus dilakukan menurutnya ialah kepedulian, terhadap sesiapa saja kita harus pandai membaca situasi. Jika semua dikuasai dan dipraktekkan di masyarakat insya Allah akan sukses dan terhindardari sifat egoisme.

Kegiatan diakhiri dengan simulasi dan diskusi terhadap penilaian kinerja guru di wilayah masing-masing mahasiswa/mahasiswi(*P)

Artikel ini telah dibaca 56 kali

Baca Lainnya