Posperanews.com | Lampung Utara – Menjelang kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto ke Kabupaten Lampung Utara, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Lampung Utara akan menggelar aksi damai besar-besaran sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib rakyat dan upaya mendorong perbaikan daerah.
Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 27 Oktober 2025, pukul 10.00 WIB, dengan titik awal atau start di Sekretariat DPC Pospera Lampung Utara. Massa aksi yang diperkirakan mencapai sekitar 200 orang ini akan bergerak menuju pusat aksi di beberapa titik strategis, yaitu Kantor Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, depan Tugu Alamsyah RPN, Rumah Dinas Bupati, serta area Prokimal Kotabumi Utara.
Tak hanya dari Lampung Utara, aksi damai ini juga akan mendapat dukungan dari DPC Pospera Kabupaten Mesuji dan DPC Pospera Kabupaten Lampung Tengah yang turut hadir memberikan solidaritas perjuangan rakyat untuk pemerataan pembangunan di Provinsi Lampung.
Untuk menunjang jalannya aksi damai tersebut, pihak DPC Pospera Lampung Utara telah menyiapkan sejumlah perangkat lapangan, antara lain mobil komando, sound system, spanduk aspiratif, bendera Pospera, serta alat komunikasi dan dokumentasi.
Dari sisi kendaraan, peserta aksi akan menggunakan 5 unit kendaraan roda empat dan sekitar 70 unit kendaraan roda dua yang digunakan secara tertib dalam konvoi menuju titik-titik pusat aksi.
DPC Pospera Lampung Utara menegaskan bahwa aksi ini dilakukan secara damai, konstitusional, dan terbuka, dengan tujuan agar suara rakyat Lampung Utara dapat langsung didengar oleh Presiden Prabowo Subianto.
Adapun tujuh tuntutan utama (grand issue) yang akan menjadi fokus dalam aksi tersebut adalah sebagai berikut:
1. Meminta kepada Bapak Presiden Republik Indonesia agar berkenan memberikan waktu 5–10 menit untuk berdialog langsung dengan perwakilan Pospera Lampung Utara.
2. Menyoroti kondisi Lampung Utara yang merupakan salah satu kabupaten tertua di Provinsi Lampung, namun hingga kini masih menjadi kabupaten termiskin di provinsi ini.
3. Mendorong agar seluruh keluhan masyarakat Lampung Utara dapat diserap langsung oleh Presiden Republik Indonesia sebagai dasar perumusan kebijakan nasional yang berpihak kepada rakyat kecil.
4. Meminta Presiden Republik Indonesia untuk membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi masyarakat Lampung Utara guna menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan.
5. Menyerukan agar Presiden Republik Indonesia menganulir berbagai proyek di instansi daerah, seperti Dinas PUPR, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perkim, yang diduga sarat dengan permainan dan penyimpangan anggaran.
6. Mendorong Presiden Republik Indonesia untuk meninjau ulang pelantikan pejabat Eselon III dan IV di lingkungan Pemkab Lampung Utara yang dinilai tidak sesuai dengan aturan kepegawaian, karena terdapat pejabat yang justru turun jabatan, sementara sebagian lainnya naik tanpa alasan yang jelas.
7. Menyoroti adanya enam pejabat nonjob di lingkup Pemerintah Kabupaten Lampung Utara yang diduga masih kental dengan nuansa politik dan kepentingan tertentu, bukan berdasarkan kompetensi dan profesionalisme ASN.
Ketua DPC Pospera Lampung Utara, Juaini Adami, saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp, membenarkan rencana aksi damai tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk kecintaan terhadap daerah dan tanggung jawab moral untuk memperjuangkan hak-hak rakyat Lampung Utara.
“Benar, kami dari DPC Pospera Lampung Utara akan melaksanakan aksi damai pada hari Senin, 27 Oktober 2025. Aksi ini murni gerakan moral rakyat Lampung Utara agar Bapak Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto bisa mendengar langsung aspirasi dan keluhan kami di daerah,” ujar Juaini Adami.
Juaini menjelaskan, Lampung Utara merupakan kabupaten yang memiliki sejarah panjang di Provinsi Lampung. Namun ironisnya, hingga saat ini Lampung Utara masih berada pada posisi kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan adanya ketimpangan pembangunan dan lemahnya perhatian pemerintah terhadap daerah tertua ini.
“Lampung Utara ini kabupaten tertua di Provinsi Lampung, tapi sampai sekarang masih dicap sebagai kabupaten termiskin. Ini bukan karena rakyatnya malas, tapi karena pembangunan yang tidak merata, lapangan kerja yang minim, dan kebijakan daerah yang belum berpihak kepada rakyat kecil,” tegas Juaini.
Ia juga menyampaikan bahwa dalam aksi nanti, Pospera akan tetap mengedepankan disiplin, ketertiban, dan semangat damai, sesuai dengan nilai-nilai perjuangan yang diusung organisasi.
“Kami bukan datang untuk gaduh, kami datang membawa harapan. Kami ingin menyampaikan langsung kepada Bapak Presiden agar melihat kondisi Lampung Utara secara nyata, bukan hanya dari laporan-laporan yang indah di atas kertas,” tambahnya.
Terkait dengan dugaan adanya penyimpangan proyek dan pelantikan pejabat yang tidak sesuai aturan, Juaini berharap Presiden Prabowo dapat menindak tegas segala bentuk penyalahgunaan kewenangan yang berpotensi merugikan masyarakat.
“Kami meminta Bapak Presiden untuk meninjau ulang proyek-proyek di Dinas PUPR, Pendidikan, Kesehatan, dan Perkim. Kami menduga ada permainan yang membuat pembangunan tidak maksimal. Selain itu, pelantikan pejabat yang tidak sesuai aturan juga harus dievaluasi. Jangan ada ASN yang dikorbankan karena kepentingan politik,” tegasnya lagi.
Di akhir pernyataannya, Juaini Adami mengajak seluruh kader Pospera dan masyarakat Lampung Utara untuk menjaga kondusivitas dan kedamaian selama aksi berlangsung.
“Aksi ini adalah suara rakyat yang cinta damai. Kami percaya Bapak Presiden Prabowo Subianto adalah pemimpin yang mau mendengar dan menindaklanjuti aspirasi rakyat kecil. Kami berharap, kunjungan beliau ke Lampung Utara menjadi awal perubahan besar bagi daerah kami,” tutup Juaini Adami.
DPC Pospera Lampung Utara menegaskan bahwa seluruh rangkaian aksi akan berjalan dengan tertib dan damai. Aksi ini bukan bentuk perlawanan, melainkan panggilan hati nurani agar pemerintah pusat lebih memperhatikan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat Lampung Utara.
Dengan mengusung tema “Aksi Damai Demi Perbaikan Lampung Utara ke Depan”, Pospera berharap agar kunjungan Presiden Prabowo Subianto tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum lahirnya solusi konkret untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Lampung Utara.(JN/Tim)

