Lampung Utara – Posperanews – DPC POSPERA Lampung Utara gelar aksi damai dibeberapa titik yaitu Pengadilan Negeri Kotabumi, Pemda Lampung Utara dan Kejaksaan Negeri Kotabumi. Menurut pantauan media, massa aksi memulai keberangkatan di ex taman makam pahlawan pada pukul 09.00 WIB dan langsung menuju Pengadilan Negeri Kotabumi, Kamis (31/10/24).
Begitu tiba puluhan massa langsung membentang karton-karton bertuliskan kritik tentang hukum di Lampung Utara. Uniknya ada boneka kayu yang dipakaikan pakaian Daster, yang belakangan terungkap bahwa boneka itu untuk menyindir Kejaksaan Negeri Kotabumi yang dinilai takut dalam menuntaskan permasalahan hukum yang berkaitan dengan Korupsi.
Terungkap beberapa tuntutan para demonstran yang tertuang dalam pernyataan sikap.
1. DPC Pospera mendukung Kejaksaan Tinggi Lampung dan Kejaksaan Negeri Lampung Utara dalam pemberantasan praktik KKN di Lampung Utara.
2. Meminta Kejaksaan Tinggi Lampung untuk membuka kembali perkara Inspektorat Kab Lampung Utara, ada indikasi bahwa Kejaksaan Negeri Lampung Utara tidak melakukan perlawanan pasca sidang pra peradilan. Sebab perlu diingat bahwa perkara tersebut tidak serta merta menggugurkan status tersangka kepala Inspektorat Lampung Utara.
3. Meminta Kejaksaan Tinggi Lampung untuk mengambil alih pemeriksaan terkait perkara pupuk di Lampung Utara yang hingga saat ini TIDAK JELAS.
4. Meminta Kejaksaan Tinggi Lampung untuk menindak lanjuti temuan BPK RI di beberapa Satker Lampung Utara.
5. Meminta Kejaksaan Tinggi Lampung untuk segera melakukan penyidikan kepada Kepala Dinas Pendidikan, Dinas BPBD, serta Dinas Kesehatan atas dugaan Korupsi tahun 2023 sesuai temuan audit dan Investigasi BPK RI.
6. Meminta Pengadilan Tinggi Lampung untuk memeriksa Hakim persidangan pra peradilan kepala Inspektorat Lampung Utara.
Yang menarik saat di Pemda Lampung Utara, para peserta aksi dibuat kecewa karena ternyata tidak ada satupun Pejabat di dalam kantor. Meskipun pada akhirnya Kepala Kesbangpol Mat Soleh tergopoh-gopoh datang menemui para Demonstran dan menerima berkas Pernyataan Sikap.
Menurut Juaini Adami didampingi Sekretarisnya Yokie, Miris berkunjung ke kantor Pemda tapi para Pejabat tingginya tidak ada ditempat padahal masih jam 10 pagi. “Ini gimana kalau ada rakyat jauh-jauh datang menemui dan ingin mengadukan kehidupan yang makin sulit tapi ternyata pejabat terkait nya tidak ada? Kacau kan. Bagaimana Lampung Utara mau maju.” Keluh Juaini.
Aksi damai tersebut berakhir di Kejaksaan Negeri Kotabumi, para perwakilan dari PAC POSPERA Se Lampung Utara diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan. Setelah menyampaikan kritik dan sikap para demonstran bubar dengan tertib. (IB/JN)

