Posperanews.com | Bandar Lampung – Berawal dari puluhan warga RT 07 dan RT 08 Kelurahan Campang Jaya, Kecamatan Sukabumi, yang mendatangi kantor kelurahan pada Senin, 20 April 2026 lalu guna mempertanyakan keabsahan saudara Dery sebagai Ketua RT 06 yang diduga tidak memiliki Surat Keputusan (SK), terkuak dugaan adanya pabrik rokok ilegal di wilayah tersebut.
Dalam pertemuan di Kantor Kelurahan Campang Jaya pada tanggal tersebut, warga RT 07 dan 08 menyampaikan protes kepada saudara Abu, yang disebut sebagai perwakilan dari pabrik rokok. Abu turut dihadirkan oleh Lurah Campang Jaya, Alfredo Velgara, untuk menjawab keluhan warga.
Berdasarkan keterangan warga, pabrik rokok dengan merek “Djanda” dan “Bandit” tersebut menyewa sebuah gudang di kompleks pergudangan Padi Mas, Jalan Tirtayasa. Pabrik itu disebut telah beroperasi sekitar satu setengah tahun, dengan mempekerjakan kurang lebih 50 karyawan serta menggunakan empat mesin produksi.
“Iya, Mas, pabrik rokok itu sudah beroperasi sejak satu setengah tahun lalu. Tapi kami warga RT 07 dan 08 sulit untuk ikut bekerja di sana. Pihak perusahaan hanya mempekerjakan warga RT 06 saja,” keluh salah satu warga.
Selanjutnya, pada Jumat (24 April 2026), awak media mencoba menelusuri lokasi gudang di kompleks Padi Mas untuk menemui pihak perusahaan guna memperoleh informasi langsung. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena gudang yang dimaksud berada di bagian belakang dari puluhan gudang yang ada dan dibatasi oleh pintu gerbang.
Meski demikian, awak media berhasil memperoleh keterangan dari salah satu pekerja gudang yang berada di sebelah lokasi pabrik rokok tersebut. Menurutnya, pengelola pabrik diketahui bernama Tanto dan Abu.
“Persis pemiliknya kami tidak tahu, Mas. Tapi kawan-kawan yang bekerja di pabrik itu pernah menyebut yang bertanggung jawab adalah Pak Tanto dan Pak Abu. Terkait jabatan mereka, kami tidak tahu pasti. Kalau orang luar memang tidak bisa masuk sembarangan. Biasanya harus menghubungi pihak perusahaan dulu. Sepertinya ada yang berjaga, diduga oknum aparat,” jelasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih berupaya mencari kontak pihak perusahaan guna mendapatkan keterangan lebih lanjut.(Tim)

